Rabu, 23 Oktober 2013

CELOTEH UNTUK NEGERI INI
Bergaya dan bereksistensi
Dengan gemerlap dunia yang fantasi
Seperti gemuruh ombak yang tiada henti
Telinga pun enggan mendengarkan diskusi
Tetap saja mereka terus bersembunyi dibalik prestasi
Hingga lupa akan eksekusi
Yang sesungguhnya akan segera mereka hadapi

Lalu  tiba mereka mengerti,
Bahwa pertiwi mulai menyadari tentang dedikasi
Yang selama ini terpatri dalam amanah negeri
Hanya mampu menyapa layaknya angin menerpa
Dan berlalu begitu saja
Kemudian menjelma menjadi prahara
Yang akhirnya harus dibalas dengan berdiri dibalik jeruji.

Berdoalah seketika awan akan menutupi matahari
Karna kini siang dan malammu memang seperti malam
Hitam, pekat dan gelap seakan memantulkan kesedihan
Namun tak akan dapat menebus kedukaan negeri
Yang senyumnya mulai memudar karena banyak yang menikam
Seperti kalian jiwa-jiwa yang haus akan kekayaan
Yang bangga berbahagia dengan berkorupsi

                                                                                    Oleh : DWI P. HARYANTI

                                                                                                V-H

Rabu, 17 Juli 2013

SECONDHAND SERENADE LIKE A KNIFE I dream a lot, I know you say I’ve got to get away. “The world is not yours for the taking” Is all you ever say. I know I’m not the best for you, But promise that you’ll stay. Cause if I watch you go, You’ll see me wasting, you’ll see me wasting away Cause today, you walked out of my life Cause today, your words felt like a knife I’m not living this life. Goodbyes are meant for lonely people standing in the rain And no matter where I go it’s always pouring all the same. These streets are filled with memories Both perfect and in pain And all I wanna do is love you But I’m the only one to blame. Cause today, you walked out of my life Cause today, your words felt like a knife I’m not living this life. But what do I know, if you’re leaving All you did was stop the bleeding. But these scars will stay forever, These scars will stay forever And these words they have no meaning If we cannot find the feeling That we held on to together Try your hardest to remember Stay with me, Or watch me bleed, I need you just to breathe. Cause today, you walked out of my life (Stay with me, or watch me bleed) Cause today, your words felt like a knife (I need you just to breathe.) I’m not living this life
Apa kabar dunia pendidikan kita hari ini? Sudahkah menghasilkan generasi cemerlang sesuai dengan amanah mulia proses pendidikan? Ga usah jauh-jauh kali ya untuk memotret dunia kita saat ini. Karena faktanya sekarang kita juga adalah bagian dari dunia pendidikan itu sendiri. Gimana kita memandang dan merasakan pendidikan saat ini? Apakah kita merasa kalau ada masalah dengan dunia pendidikan sekarang? Apakah kita masih suka merasa BT, bosen, beban banget untuk belajar dan saat mengerjakan tugas-tugas kuliah? Apakah kita masih suka merasa kalau biaya kuliah kita saat ini tuh mahalnya selangit? Apakah kita masih suka merasa kalau yang penting itu dapat nilai bagus, ga peduli gimana cara, toh yang dilihat orang juga nilai ijazah bukan usaha kita? Apakah kita masih suka merasa kalau sebagian dari kita justru setelah lulus ga ngerti mendapat apa selam akita kuliah? Apakah kita masih suka merasa kalau kadang sebenarnya apa yang kita dapat dibangku kuliah tuh ga kepake buat kehidupan kita? Kalau jawaban kita iya, iya, dan iya untuk pertanyaan-pertanyaan di atas, berarti memang positif dunia pendidikan kita lagi bermasalah..... Dengan proses yang seperti itu wajar aja kalau pendidikan kita Cuma bisa menghasilkan lulusan bagus di atas selembar kertas ijazah, tapi minim manfaat di tengah-tengah masyarakat, kurang bisa menyumbang solusi buat setiap permasalahan yang dihadapi masyarakatnya. Melihat potret dunia pendidikan saat ini, tentu membuat kita miris. Dari segala sisi, dunia pendidikan kita tak lepas dari permasalahan, yang akhirnya wajar menghasilkan output pendidikan yang jauh dari harapan. Kenapa hal ini bisa terjadi? Apa yang salah dengan sistem pendidikan di negeri ini? Kalau dilihat dari sekian lama pendidikan berproses, perbaikan dan pergantian kurikulum senantiasa dilakukan. Para pejabat yang mengurusi system pendidikan di negeri ini juga selalu berganti. Tapi tetap tidak menunjukkan perubahan kearah yang lebih baik. Karena itu pasti yang menjadi masalah bukan Cuma sekedar salah kurikulum itu, melainkan dan lebih ke paradigma atau cara pandang kita melihat pendidikan itu sendiri. Paradigma berpikir masyarakat termasuk tentang pendidikan tidak lepas dari sistem kehidupan kapitalisme demokrasi yang dianut oleh masyarakat saat ini. #MHTI

Minggu, 16 Juni 2013

Aku Guru, mereka ? Ya, Bagi mereka profesi ini hanya sebuah lelucon. Tak sedikitpun terucap rasa bangga dari mereka. Aku hanya tersudutkan, dan bahkan terasingkan. Dengan mereka yang berharta juga bertahta. Guru ? Begitu kata mereka yang meragukan. Ketika jasanya mulai tersamarkan. Dengan profesi lain yang mereka hebatkan. Menolong dan berseragam. Mereka mampu lupakan kenyataan. Bahwa apapun ucapan mereka, aku tak akan mudah tersingkirkan. Akan kujawab keraguan mereka, untuk memajukan anak bangsa. Meski mereka tak akan pernah menolehku. Tapi lihatlah dia yang mendobrak dunia untuk mereka agungkan. Dengan keraguan yang selalu mereka khawatirkan. Itulah jawabanku untuk mereka yang mengabaikan.